Rabu, 24 Juli 2013

Diamond are Forever

Diamonds are forever,

Hold one up and then caress it,

Touch it, stroke it and undress it,

I can see ev'ry part,

Nothing hides in the heart to hurt me.



Diamond are Forever adalah film ke-enam Sean Connery sebagai agen rahasia James Bond 007. Connery yang telah membintangi lima film Bond menolak untuk memerankan Bond lagi setelah film You Only Live Twice (1967), dan peran Bond diberikan pada George Lazenby dalam On Her Majesty’s Secret Service (1969). Lazenby memutuskan untuk main satu film Bond saja atas bujukan managernya yang mengatakan bahwa tahun ‘70an film spionase tak bakal laku. Ia pun hengkang dari proyek Bond berikutnya. Dengan bujuk rayu, Connery akhirnya kembali untuk main dalam film Bond ke tujuh ini.

Bicara soal diamond, bicara soal perhiasan. Bicara soal perhiasan, bicara soal perhiasan di penis. Yang dimaksud di sini adalah perhiasan yang sudah ada sejak lahir atau terjadi secara alamiah dengan bertambahnya usia. Jadi bukan buatan.


1. Pearly Penile Papule

Namanya terdengar indah, penampakannya pun demikian. Namun orang sering takut dan mengira mutiara-mutiara ini adalah kutil atau jengger ayam yang tiba-tiba menjangkiti mereka. Padahal Pearly Penile Papule adalah kondisi yang sepenuhnya normal, bukan diakibatkan oleh infeksi menular seksual. Bintil-bintilnya bisa jadi cuma satu, atau beberapa baris, dan letaknya di daerah corona. Ukurannya sekitar 1-3 mm. Kondisi ini banyak dijumpai pada pria muda atau mereka yang tidak disunat. Hanya seperempat dari jumlah pria di dunia memiliki mutiara ini. Biasanya Pearly Penile Papule tidak perlu terapi. Tindakan bedah hanya dilakukan atas pertimbangan estetik alias kecantikan belaka, atau bila pasangan sang empunya burung protes. Mungkin perubahan sudut pandang dan cara berpikir lebih baik dari pada tindakan bedah. Sarankan pada para pemilik burung, bahwa mereka sungguh beruntung, karena tak semua burung bermutiara, dan dengan hiasan mutiara, penis mereka nampak berkelas dan bling-bling! An Aristocrat Dick.

2. Fordyce’s spot

Fordyce’s spot adalah bintil-bintil kecil, pucat, bewarna merah atau putih berukuran 1-3 mm yang dapat muncul pada skrotum, batang penis atau labia. Terkadang bahkan muncul pada batas bibir wajah. Dinamai dari seorang dokter spesialis kulit kelamin John Addison Fordyce, Fordyce’s spot tidak berbahaya, dan bukan penyakit menular seksual. Ia merupakan suatu variasi normal yang dapat ditemukan pada pria maupun wanita segala usia. Bintil ini merupakan kelenjar keringat yang ektopik (tidak pada tempatnya). Biasanya kelenjar keringat hanya ditemukan pada daerah berambut. Fordyce’s spot dapat dihilangkan dengan tindakan laser. Namun sekali lagi, change your mind, not your penis! Dengan sedikit imajinasi, Fordyce’s spot dapat dianggap laksana berlian-berlian yang bertaburan di atas mantel sang raja. Classy, Royal and Sophisticated!

Pearly Penile Papule atau Fordyce’s spot tentu tak dapat dihilangkan dengan polesan-polesan kosmetik yang menjanjikan hilangnya noda, bintik hitam atau belang pada kulit wajah seperti krim pagi, krim siang, krim sore, krim malam, anti aging, vitamin E, SPF 20, pelembab, pelembut, pemutih, pengkilau atau penghapus. Jangan ragu untuk datang dan berkonsultasi ke dokter mengenai kekhawatiran Anda. Enjoy life and be a king!


dr. Stanislaus Bondan M.Kes

editor:
dr. Gina Anindyajati

Angsamerah Clinic
Graha Media Building Lt.2
Jl. Blora 8-10, Menteng, Jakarta Pusat 10310
+6221-3915189

Tertarik mengenal Angsamerah Expert Lainnnya? Click angsamerahexperts.blogspot.com
Tertarik bergabung? Mengapa tidak, just email us at  education@angsamerah.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar