Jumat, 07 Juni 2013

Obesitas dan Gaya Hidup #2

Seperti yang sudah kita janjikan di edisi sebelumnya, sekarang kita bahas yuk cara mengatasi obesitas dan dietnya.

Penanganan Obesitas Menurut Klasifikasi IMT
The National Institute of Health di Amerika Serikat pada tahun 2000, mempublikasikan petunjuk selektif penanganan obesitas dengan membagi 5 kategori berdasarkan IMT:



- BMI 25-26,9 : diet dan olah raga
- BMI 27-29,9 : diet, olah raga, dan obat (bila ada faktor penyerta)
- BMI 30-34,9 : diet, olah raga, dan obat
- BMI 35-39,9 : diet, olah raga, obat dan operasi (bila ada faktor penyerta)
- BMI > 40 : diet, olah raga, obat dan operasi.
Yang dimaksud faktor penyerta pada obesitas adalah diabetes mellitus, hipertensi, dislipidemia (kolesterol tinggi dan lainnya) atau penyakit kardiovaskuler lain.

Pengaturan Diet
Diet pada obesitas diatur berdasarkan nutrisi yang tepat, porsi makan, dan frekuensi makan. Akan tetapi, mengenai asupan makan atau makronutrien diet seperti lemak, gula dan karbohidrat, sampai saat ini masih diperdebatkan.

Diet secara ketat adalah terapi obesitas cara lama. Dengan cara ini terjadi penurunan berat badan secara cepat namun dengan cepat akan kembali pada keadaan semula (yo-yo effect). Pengaturan diet yang tepat adalah yang efektif untuk jangka panjang, dengan prinsip dasarnya adalah diet makanan sehat dan seimbang.

Kombinasi Low Calorie Diet (LCD) 1000-1500 kkal/hari dan melakukan kegiatan fisik adalah hal yang dianjurkan untuk mempertahankan penurunan berat badan. Selain itu, juga bermanfaat mengurangi lemak di perut dan meningkatkan kesehatan jantung-paru. Kombinasi diet dan obat dapat membantu menurunkan berat badan jangka lama.

Low Calorie Diet (LCD)
Suatu aturan diet 1000-15000 kkal/hari yang diharapkan dapat menurunkan berat badan sebanyak 8-15% selama 3-12 bulan. Manfaat diet secara LCD adalah mengurangi lemak perut, sehingga direkomendasikan bagi penderita overweight atau obesitas.

Very Low Calorie Diet (VLCD)
Dengan VLCD dapat menurunkan berat badan secara capat, yaitu 1-1,5 kg per minggu atau 20 kg lebih setiap periode 3 bulan. VLCD lebih besar daripada LCD, namun setelah 1 tahun atau lebih penurunan berat badan tidak akan terlihat secara signifikan, berbeda dengan LCD. VLCD ini dapat digunakan bagi penderita yang memiliki BMI >30, dan harus dibawah pengawasan dokter. Diet yang dilakukan adalah 400-800 kkal/hari, meskipun demikian diet di bawah 800 kkal/hari tidak direkomendasikan digunakan jangka panjang karena berpotensial memiliki efek samping.

Diet rendah karbohidrat (carbo diet) lebih efektif untuk mengurangi berat badan. Namun perlu disiplin ketat dalam menjalaninya. Dalam sebuah studi yang dilakukan, responden diberikan penerapan diet rendah karbohidrat selama 12 minggu, hasilnya, sebagian besar para responden berhasil menurunkan berat tubuhnya sebanyak 4,9 kg. Dibandingkan dengan responden yang diberikan program diet rendah lemak, mereka hanya berhasil menurunkan 2,5 kg.

Carbo diet ditempuh dengan cara mengurangi kadar glikemik (gula otot), yakni mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayuran, kacang, dan gandum. Dengan menghindari makanan yang kaya karbohidrat seperti halnya buah dan makanan yang memiliki bahan pangan zat tepung serta menghindari minuman dan makanan beralkohol, carbo diet dapat dijalani tanpa mengurangi kuantitas porsi sekalipun.

Dibandingkan dengan program diet rendah lemak, pelaku diet memerlukan program pengontrolan porsi makan  dan menghindari lemak. Konsumsi kalori diberikan batasan hanya 500-800 kalori/hari.
Kebutuhan kalori normal adalah 2.000-2.500 kalori per hari. Penurunan berat badan yang sehat menurut para dokter adalah 0,5 sampai 1 kg per minggu. Untuk itu dibutuhkan pemotongan sebesar 500-1.000 kalori per hari. Anda dapat memotong 250 kalori dari makanan yang dikonsumsi.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, kedua program diet tersebut bisa dikombinasikan secara terkontrol. Tetap saja, untuk menjalaninya dengan baik perlu pendapat dan saran dari dokter ataupun ahli kesehatan yang berkompetensi tinggi dalam bidang nutrisi dan gizi. Karena bagaimanapun bukan berarti carbo diet bebas dari risiko apapun, jadi penting adanya untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli gizi.

Air putih juga banyak berperan penting dalam membantu menurunkan berat badan. Selain berfungsi untuk membersihkan toksin dalam tubuh, air putih juga berfungsi menggelontorkan lemak. Dengan mengonsumsi air putih, dapat menimbulkan rasa kenyang sehingga hasrat untuk makan dapat berkurang. Dianjurkan untuk mengonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.

Yang terpenting diingat dan dilakukan adalah makan jangan berlebihan. Tidak perlu pantangan dalam berdiet. Pantang makanan justru membuat depresi serta keinginan untuk makan semakin besar. Puaskan hasrat anda dengan memakan makanan yang diinginkan sepanjang menyehatkan. Hanya jangan berlebihan.

Ambillah separuh porsi dari yang biasa dimakan. Santap secara perlahan selama lebih dari 20 menit. Hal ini penting dilakukan  karena otak otak membutuhkan waktu untuk menerima tanda lapar selama 20 menit. Dengan menunda durasi makan, perut Anda akan cepat terasa kenyang.

Sedahsyat apapun metode diet, jika tidak diiringi olahraga, maka hasil yang didapat kurang sempurna. Olahraga merupakan variabel terpenting untuk menentukan kesuksesan penurunan berat badan. Tidak perlu olahraga yang berat hingga mandi keringat, cukuplah berolahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit, 5 hari seminggu asal rutin. Olahraga intensitas sedang bisa berupa jalan cepat atau jogging dengan detak jantung sebesar 100-130 x/menit. Dengan demikian, aktifitas tersebut telah memangkas 250 kalori per hari.

Informasi lebih lanjut mengenai olah raga bisa Anda baca di seri ketiga tulisan mengenai obesitas atau hubungi Angsamerah Clinic untuk berkonsultasi dengan dr. Mangatas, Jakarta, Indonesia. Semoga bermanfaat sahabat!

Ditulis oleh: dr. Mangatas SM Manalu, Sp.PD


diedit oleh:
dr.Gina Anindyajati

Angsamerah Clinic
Graha Media Building Lt.2
Jl. Blora 8-10, Menteng, Jakarta Pusat 10310
+6221-3915189

Tidak ada komentar:

Posting Komentar