![]() |
| courtesy of plannedparenthood.org |
Sejatinya pengetahuan yang salah adalah senjata yang paling berbahaya. Berikut adalah beberapa kesalahpahaman tentang HPV:
1. Hasil Papsmear yang Abnormal Menandakan Infeksi HPV Risiko Tinggi
Dengan maraknya kampanye untuk melakukan papsmear pada wanita yang sudah aktif berhubungan seksual, bermacam pendapat tentang interpretasi hasil papsmear pun bermunculan. Salah satunya adalah keyakinan bahwa bila ditemukan hasil yang abnormal pada papsmear, maka kita berisiko tinggi mengidap HPV yang menyebabkan kanker.
Memang, papsmear adalah pemeriksaan yang rutin dilakukan oleh dokter untuk mendeteksi dini kanker serviks, yang ditandai dengan adanya bagian sel yang tidak normal di leher rahim. Biasanya bila ditemukan sel abnormal, dokter akan menyarankan untuk diperiksa lebih lanjut karena masih ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan sel berpenampakan lain. Misalnya saja, iritasi lokal pada leher rahim, infeksi oleh virus non-HPV, infeksi HPV tipe risiko rendah, atau bahkan kesalahan dalam menyiapkan sampel yang akan diperiksa.
2. Penggunaan Kondom Mencegah Penularan HPV
Kondom memang mencegah terjadinya kontak kulit kelamin antara pria dan wanita saat berhubungan seks. Meski dianggap efektif, risiko kegagalan tetap saja ada, akibat kondom yang sobek misalnya. Jadi, simpan dengan hati-hati dan hanya gunakan kondom yang dalam kondisi baik untuk mencegah infeksi menular seksual.


