Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Seks. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Januari 2014

Oral Sex, Yes or No?

Bentuk hubungan seksual yang semakin banyak dipraktekkan saat ini adalah seks oral. Memberikan rangsangan pada alat kelamin dengan menggunakan mulut memang menimbulkan sensasi tersendiri bagi sebagian orang. Apalagi sebagian orang merasa bahwa seks oral adalah aktifitas yang aman; tidak berisiko menyebabkan kehamilan, bahkan ada yang berpikir kalau seks oral tidak akan menyebabkan IMS (infeksi menular seksual). Padahal, seks oral yang dilakukan tanpa pengaman (kondom) tetap saja berisiko terkena IMS. Alasannya klise, seks oral yang dilakukan dengan kondom dirasa membatasi kenikmatan. Namun apakah kenikmatan yang didapat sebanding dengan risikonya? Sebelum kita membahas lebih lanjut, yuk.. kita kenalan dulu dengan seks oral.

Selasa, 07 Januari 2014

Masyarakat dan Seksualitas

Waktu serial Sex and the City menjadi primadona, saya belum cukup umur untuk bisa ikut menontonnya. Judulnya yang provokatif mungkin membuat banyak orang di kalangan kita berjengit. Tapi, penggambaran si tokoh utama, Carrie Bradshaw, dalam menyelami budaya metropolitan melalui relasi antar manusia yang hidup dalam nuansa urban memang membuka mata. Seksualitas menjadi pesan utama yang disampaikan melalui kisah ini, di mana setiap kita memiliki cara yang berbeda untuk mengekspresikan seksualitas yang dimiliki.

Jumat, 13 Desember 2013

Kita Perlu Tahu: Hak Reproduksi Remaja

asiasociety.org
Tanggal 10 Desember kerap diperingati sebagai hari Hak Azasi Manusia. Hak azasi artinya adalah hak dasar yang dimiliki manusia semenjak dia diciptakan, tanpa membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lain. Semua manusia memiliki hak dasar yang sama, saling berkaitan dan saling bergantung. Termasuk dalam hak azasi ini adalah hak untuk remaja mengenai kesehatan reproduksinya.

Kamis, 14 November 2013

HPV itu katanya...

courtesy of plannedparenthood.org

Sejatinya pengetahuan yang salah adalah senjata yang paling berbahaya. Berikut adalah beberapa kesalahpahaman tentang HPV:

1. Hasil Papsmear yang Abnormal Menandakan Infeksi HPV Risiko Tinggi

Dengan maraknya kampanye untuk melakukan papsmear pada wanita yang sudah aktif berhubungan seksual, bermacam pendapat tentang interpretasi hasil papsmear pun bermunculan. Salah satunya adalah keyakinan bahwa bila ditemukan hasil yang abnormal pada papsmear, maka kita berisiko tinggi mengidap HPV yang menyebabkan kanker.

Memang, papsmear adalah pemeriksaan yang rutin dilakukan oleh dokter untuk mendeteksi dini kanker serviks, yang ditandai dengan adanya bagian sel yang tidak normal di leher rahim. Biasanya bila ditemukan sel abnormal, dokter akan menyarankan untuk diperiksa lebih lanjut karena masih ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan sel berpenampakan lain. Misalnya saja, iritasi lokal pada leher rahim, infeksi oleh virus non-HPV, infeksi HPV tipe risiko rendah, atau bahkan kesalahan dalam menyiapkan sampel yang akan diperiksa.

2. Penggunaan Kondom Mencegah Penularan HPV

Kondom memang mencegah terjadinya kontak kulit kelamin antara pria dan wanita saat berhubungan seks. Meski dianggap efektif, risiko kegagalan tetap saja ada, akibat kondom yang sobek misalnya. Jadi, simpan dengan hati-hati dan hanya gunakan kondom yang dalam kondisi baik untuk mencegah infeksi menular seksual.

Senin, 04 November 2013

Tentang Pendidikan Seks Bagi Anak

Beberapa pekan terakhir, media massa kita dihebohkan dengan berita beredarnya video tentang tindakan seksual yang dilakukan oleh para remaja. Siswa-siswi sekolah menengah ini, mungkin atas dasar keingintahuan, melakukan eksplorasi atas seksualitas yang tidak pada tempatnya. Hal ini kemudian direspon oleh kepala daerah di ibukota dengan himbauan bagi sekolah untuk memberikan pendidikan seks bagi para siswanya. Mungkin, banyak orang tua yang berkilah bahwa anak mereka tidak mungkin melakukan hal seperti yang diberitakan, sehingga merasa pendidikan seks adalah sesuatu yang berlebihan untuk diberikan. Atau sebagian mungkin berpikir bahwa bila pendidikan seks diberikan maka anak akan semakin berusaha untuk mengeksplorasi seksualitasnya dengan perilaku yang berisiko.
courtesy of english.cntv.cn

Pendidikan seks, atau sering disebut sebagai sex education, bukanlah sebuah pengajaran tentang bagaimana melakukan hubungan seks. Pendidikan seks adalah proses penyampaian informasi tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi seseorang, baik perempuan maupun laki-laki. Proses ini laiknya berlangsung seumur hidup, yakni dengan mengumpulkan informasi dan membentuk perilaku, kepercayaan, serta tata nilai. Pendidikan seks mencakup perkembangan seksual seorang anak manusia, kesehatan reproduksi dan seksual, hubungan interpersonal, kasih sayang, keintiman, persepsi seseorang akan tubuhnya (body image), serta peran jender.