Tampilkan postingan dengan label menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menstruasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Agustus 2013

Sahabat Bertanya, Angsamerah Menjawab



Tanya: slamat pagi angsa mearh, smga shat sll. sya adlh seorng wanita yg sdah brmah tngga 2 thun, tp! sya blum dbri ktrunan,.....kdang sya brfk!r ap ad mslah dngan rah!m sya, tp! sya bngung brk0nsultasi dg s!apa, dtang blan sya tratur tp! sat dtang blan sya menglami sak!t yg luar biasa dlm prut,tp! cma hri prtma dn yg strusny tdk,k ta 0rng2 kal0 dtang blanny sprti it ad pnyk!t dlm tbh sya,dan sya sush untk mndptkan ktrunan......mh0n k0nsultasinya dan trimaks!h

Selasa, 02 Juli 2013

Nyeri Saat Haid

courtesy of wisegeek

Nyeri perut saat mens adalah keluhan tersering yang dilaporkan oleh sekitar separuh wanita yang mengalami menstruasi. Saking banyaknya, keluhan ini juga menimbulkan ketidakproduktifan. Separuh wanita yang merasa nyeri saat haid mengeluh terganggu aktifitasnya dan angka tidak masuk kerja atau sekolah akibat nyeri haid mencapai 15%. Dalam bahasa Inggris keluhan ini dikenal dengan nama menstrual cramps, sementara istilah keren kedokterannya adalah dysmenorrhea. Keluhan ini paling tidak dialami 1-2 hari saat sedang datang bulan. Diperkirakan 40-50% wanita muda mengalami dysmenorrhea primer.

Nyeri haid yang terjadi saat datang bulan dikelompokkan sebagai dysmenorrhea primer. Hal ini disebabkan oleh tingginya hormon prostaglandin yang dihasilkan oleh dinding rahim. Pada mens hari pertama dan kedua, produksi prostaglandin sedang mencapai puncak, maka dysmenorrhea pada hari-hari ini lazim dikeluhkan. Seiring dengan berjalannya siklus menstruasi, produksi prostaglandin akan menurun di hari berikutnya, dan dengannya berkurang pula intensitas nyeri perut.

Semua wanita bisa saja mengalami dysmenorrhea. Bahkan keluhan ini bisa berawal sejak ia mendapat menstruasi pertamanya. Kebanyakan wanita akan berkurang keluhan nyeri perutnya seiring dengan pertambahan usia. Bahkan keluhan ini bisa membaik setelah melahirkan.

Jika ada dysmenorrhea primer, maka ada yang disebut dengan dysmenorrhea sekunder. Yang termasuk dysmenorrhea sekunder adalah nyeri perut yang justru terasa memberat dari waktu ke waktu. Hal ini bisa muncul di kemudian hari, dan merupakan pertanda adanya kelainan di sistem reproduksi seorang wanita.

Perbedaan dysmenorrhea sekunder dengan yang primer adalah kemunculannya yang terjadi beberapa hari sebelum datang bulan. Selain itu juga durasi nyerinya lebih panjang. Bila dysmenorrhea primer berkurang nyerinya menuju selesainya masa haid, dysmenorrhea sekunder justru tidak mereda nyeri perutnya.

Beberapa kondisi medis yang menyebabkan dysmenorrhea sekunder adalah:
Adanya jaringan dinding rahim di luar rahim, misalnya di indung telur atau kandung kemih. Meski berada di luar rahim, jaringan ini tetap responsif terhadap pacuan hormone. Sehingga ikut mengalami perdarahan jika tiba periode menstruasi. Hal ini lah yang menumbulkan rasa nyeri hebat.
  • Adenomiosis
Jaringan dinding rahim yang justru tumbuh di bagian otot rahim (menembus ke dalam).
Fibroid adalah jaringan yang bisa tumbuh di bagian manapun dari rahim. Bila ia tumbuh di dinding rahim, maka menyebabkan nyeri yang hebat.

Perlukah periksa ke dokter jika mengalami nyeri saat datang bulan?

Bila Anda mengalami nyeri perut saat mens, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri, misalnya:
  • Meminum obat anti nyeri yang dijual bebas di apotik.
Obat anti nyeri dari golongan obat anti-inflamatori nonsteroid (OAINS) mampu mengurangi produksi prostaglandin sehingga mengurangi rasa nyeri yang timbul. Waktu yang paling baik untuk memulai pengobatan dengan OAINS adalah 1-2 hari menjelang mens bila sudah merasakan tanda-tanda nyeri perut. Untuk meminum obat ini pun hanya perlu 1-2 hari selama merasakan nyeri saja, bila nyeri hilang maka obat tak perlu lanjut diminum. Bagi wanita yang memiliki riwayat gangguan perdarahan, memliki ulkus lambung (luka akibat maag), asma, alergi terhadap OAINS, dan gangguan hati tidak boleh menggunakan obat ini.

  • Mengubah gaya hidup
Melakukan kebiasaan tidur cukup, rajin berolah raga seminggu 3-5 kali selama 30 menit setiap kalinya, dan menerapkan teknik relaksasi dapat mengurangi rasa nyeri yang timbul saat mens.

Apabila menggunakan metode di atas tidak dapat menghilangkan keluhan nyeri Anda, maka perlu periksa ke dokter dan dicari penyebab nyerinya. Pemeriksaan sederhana seperti pemeriksaan rongga panggul dan pemeriksaan hormonal akan dilakukan untuk menilai sistem reproduksi. Bila diperlukan mungkin akan dilakukan USG bahkan laparoskopi. Kemudian pengobatan diberikan berdasarkan penyebabnya, dan untuk mengatasi kondisi medis yang menyebabkan dysmenorrhea sekunder terkadang diperlukan tindakan invasif seperti operasi sebagai pilihan metode terakhir.

Beberapa hal lain yang bisa dicoba untuk menghilangkan nyeri saat mens adalah dengan menggunakan suplemen vitamin B dan magnesium. Ada juga yang mencoba teknik akupuntur untuk meredakan nyeri. Meski demikian, belum ada riset yang bisa membuktikan keefektifan tindakan ini. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda bila mengalami masalah saat menstruasi.

Referensi



Graha Media Building Lt.2
Jl. Blora 8-10, Menteng, Jakarta Pusat 10310
+6221-3915189
customer@angsamerah.com 
www.angsamerah.com 





Kamis, 27 Juni 2013

BINGUNG DENGAN MENSTRUASI YANG TIDAK NORMAL?

Mind Sketch by ns
Biasa bukan berarti bebas dari masalah. Berapa banyak wanita yang memiliki siklus mens tidak teratur? Siapa yang bila mens merasa kesakitan hingga tidak bisa beraktifitas? Atau mungkin merasa darah yang keluar saat mens terlalu banyak hingga tibuh terasa lunglai? Melalui tulisan ini akan dibahas permasalahan yang sering kita jumpai terkait dengan menstruasi.

Amenorrhea
Yang dimaksud dengan amenorrhea adalah tidak datangnya menstruasi. Ada 2 macam amenorrhea:
  • Derajat satu, yakni wanita tidak mendapatkan menstruasi pertama sampai dengan usianya 16 tahun
  • Derajat dua, yaitu wanita yang tidak mendapat menstruasi selama 6 bulan (dengan riwayat mens sebelumnya).

Sebuah Siklus Yang Disebut Menstruasi

Mind Sketch by ns
“Wanita adalah mahluk yang rumit”, demikian dikatakan orang. Hal ini bisa saja benar apabila kita membandingkan proses biologis yang terjadi antara tubuh wanita dengan tubuh laki-laki. Bahkan menurut wanita sendiri, banyak kejadian pada tubuhnya yang sulit untuk mereka mengerti. Salah satunya adalah menstruasi.
Menstruasi boleh jadi merupakan kejadian yang sangat akrab dengan diri wanita karena kedatangannya yang rutin tiap bulan. Meski tampak sepele,  menstruasi yang terlambat datang atau tidak datang sama sekali, mampu membuat si wanita gelisah dan pusing kepala. Begitu pun jika datang tapi menimbulkan masalah lain, seperti nyeri perut. Maka perihal menstruasilah yang sering ditanyakan oleh pasien wanita kepada dokternya.

Selasa, 23 April 2013

I Have PMS, So What?!

Courtesy of A Different Path to Loss


“Wanita yang menganggap setiap keadaan seperti rumput yang layu, segala bunga di taman kering, wine baru terasa masam, dan buah dari pohon akan jatuh tepat di mana ia duduk.” –Pliny the Elder

Kalimat tersebut adalah deskripsi Gaius Plinius Secundus, seorang penulis Roman, mengenai keadaan seorang wanita menjelang masa menstruasi. Siapa sih yang tidak pernah merasakan tiba-tiba ingin marah tanpa alasan, terharu hingga menangis karena sebuah ucapan terima kasih yang sederhana, atau terkapar tak berdaya di tempat tidur karena merasa sangat lelah?

Dunia ternyata sudah mengenal istilah PMS (premenstrual syndrome) sejak zaman Hippokrates, yang menuliskan gejala PMS terdiri dari nyeri kepala dan perasaan berat. Beberapa dekade kemudian, gejala yang dikaitkan dengan PMS mencapai lebih dari 150 buah. Dan percayalah, now everyone is blaming the hormones for even the smallest discomfort. Hal ini karena semua wanita mungkin mengalami PMS tanpa memandang umur, selama mereka masih mengalami menstruasi.

Dalam dunia medis, PMS diartikan sebagai kemunculan berulang depresi dan rasa mudah terganggu atau depresi dan rasa lelah pada beberapa hari menjelang menstruasi. Keluhan ini dapat disertai dengan rasa penuh di perut (bloating), nyeri pada payudara atau nyeri kepala. Seseorang dikatakan mengalami PMS bila memiliki salah satu gejala fisik dan keluhan psikologis di atas.

Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap munculnya PMS, namun hingga kini belum ditemukan sebab pastinya. Alasan yang paling sering kita dengar adalah karena gangguan hormon. Perubahan hormon yang dialami wanita sepanjang hidupnya berpengaruh terhadap perubahan mood, tapi bisa jadi berbeda kadarnya antar wanita. Kemungkinan lainnya berupa rendahnya level vitamin & mineral, serta konsumsi makanan yang banyak mengandung garam. Minum minuman beralkohol atau mengandung kafein dapat memengaruhi mood dan status energi seseorang.

Pada 75% wanita yang mengalami PMS, keluhan psikologis yang muncul adalah mood yang labil dengan rasa sedih dan marah timbul bergantian, disertai perasaan terlalu sensitif dengan lingkungan sekitar. Gejala fisik lain yang mungkin dialami adalah keluhan pencernaan, craving (rasa selalu lapar/haus), naiknya berat badan, bengkak pada lengan dan kaki, serta masalah kulit. Keluhan ini biasanya dirasakan kurang lebih setiap 5 hari sebelum menstruasi selama 3 siklus berturut-turut, berakhir dalam 4 hari setelah menstruasi dimulai, dan bersifat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Setidaknya 85% wanita mengalami satu gejala PMS sebagai bagian siklus bulanannya. Meski demikian, PMS lebih sering didapatkan pada wanita antara usia akhir 20an hingga 40 tahun, memiliki setidaknya satu anak, memiliki riwayat depresi dalam keluarga, dan memiliki riwayat depresi pasca melahirkan atau gangguan mood.

PMS yang sangat parah dan membuat seseorang tidak bisa berfungsi sebagaimana normalnya disebut sebagai PMDD (premenstrual dysphoric disorder). Pada PMDD keluhan psikologis lebih menonjol, sehingga dokter mengatasinya dengan memberikan obat yang biasa digunakan untuk depresi. PMDD menyebabkan gangguan pada jalannya pekerjaan dan kelangsungan hubungan personal.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan PMS adalah dengan beraerobik secara teratur. Olah raga yang disarankan oleh American College of Obstetricians and Gynecologist adalah jalan cepat, lari, bersepeda dan renang. Latihan ini meningkatkan denyut jantung dan fungsi paru sehingga mengurangi rasa lelah dan depresi, apalagi jika teratur 30 menit setiap hari.

Selain olahraga, terapi relaksasi seperti latihan pernapasan, meditasi dan yoga bisa mengurangi stres. Tidur yang teratur, kurang lebih 8 jam dalam sehari dan kebiasaan tidak merokok dapat meringankan gejala PMS. Pengaturan makan seperti menambah asupan karbohidrat kompleks dapat mengurangi gangguan mood dan craving. Perubahan pola diet lain yang bisa dilakukan adalah:

  •           Meningkatkan asupan kalsium dengan vitamin D (yoghurt dan sayuran hijau)
  •      Mengurangi asupan garam, lemak, dan gula
  •      Menghindari kafein dan alkohol
  •    Mengubah jadwal makan menjadi 6 kali sehari dengan porsi kecil. Tujuannya adalah membuat gula darah stabil sepanjang hari, sehingga modifikasi apapun bebas dilakukan.
  •      Mengkonsumsi suplemen magnesium (400mg) dan vitamin E (400IU)
  •      Suplemen vitamin B6 (50-100mg) dan asam folat (400mcg)

Pengobatan baru akan diberikan oleh dokter jika keluhan sangat mengganggu. Obat yang biasa diberikan adalah antidepresan untuk mengurangi gangguan mood atau antiansietas untuk menghilangkan kecemasan menjelang menstruasi. Obat lainnya adalah diuretik (water pills) jika badan bengkak akibat menumpuknya cairan dalam tubuh, dan obat penghilang rasa nyeri untuk mengatas nyeri kepala dan nyeri otot.

Referensi
American College of Obstreticians and Gynecologist
Issues in the Diagnosis & Research of Premenstrual Syndrome by Joseph F. Mortola, MD (Harvard Medical School)

dr. Gina Anindyajati (g.anindyajati@angsamerah.com)

Angsamerah Clinic
Graha Media Building Lt. 2
Jl. Blora 8-10, Menteng, Jakarta Pusat 10310
+6221-3915189
customer@angsamerah.com
angsamerah.com

Waktu Layanan:
Senin s/d Jumat: 09.00 am to 18.00 pm
Sabtu: 12.00 pm – 17.00 pm
Pelayanan diberikan berdasarkan perjanjian sehingga sahabat tidak menunggu lama.

Perjanjian bisa dilakukan melalui

Telp + 62 21 391 51 89

KLIK disini untuk Angsamerah Experts Networking 
Berminat bergabung menjadi bagian Angsamerah Networking? 
Kenapa tidak, email us di education@angsamerah.com