Kamis, 13 Juni 2013

Belajar Seksologi w/ dr Oka Negara - "Masters and Johnson"



Helo Sahabat Angsamerah. Berikut ini tulisan menarik dan bermutu buat menambah pengetahuan kita. 

Selamat membaca!

Hello sahabat Angsamerah, kali saya akan sempatkan buat berbagi  tentang ilmu seksologi via media sosial ini dengan Belajar Seksologi. Tulisan ini santai dan rileks, tanpa alur, apa yang diingat itu yang ingin saya bagikan.


Kesempatan pertama, saya akan sebutkan duo Masters and Johnson. Inilah mereka, William Howell Masters dan Virginia Alma Fairfax Johnson yang mengguncang dunia dengan penelitian fenomenal mereka yang pertama dan belum pernah dilakukan sebelumnya tentang Human Sexual Response.

Bicara tentang seksologi modern, tidak bisa lepas dari kedua tokoh ini, disamping Sigmund Freud dan Alfred Kinsey. Hasil kolaborasi Masters and Johnson, peneliti dari Washington University yang sehari melakukan praktek terapi sulih hormon yang berlatar keilmuan dokter ahli kandungan dan seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan studi psikologinya dengan melamar sebagai asisten penelitian seksualitas manusia (selanjutnya menjadi sex therapis dan dosen) ini membuat dunia seksualitas manusia kembali mendapat perhatian besar. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi langsung 382 perempuan dan 312 laki-laki yang melakukan hubungan seksual dan masturbasi di laboratorium dengan monitor peralatan medis untuk merekam stimulasi seksual dan reaksinya selama tahun 1957-1965. Hasil penelitian memunculkan sebuah konsep komprehensif tentang reaksi seksual manusia dengan beberapa temuan baru yang mematahkan konsep sebelumnya. Misalnya perempuan saat bangkitan seksual akan mengalami lubrikasi, jadi lubrikasi seksual itu bukanlah berasal dari cairan lendir mulut rahim. Orgasme laki-laki dan kejadian multiple orgasm pada perempuan juga dijelaskan dengan gamblang prosesnya, yang secara keseluruhan akhirnya konsep Human Sexual Response dijelaskan dalam empat tahap: excitement, plateau, orgasm dan resolution yang masih dianut sampai hari ini. Ini diterbitkan dalam buku best seller Human Sexual Response (1966) dan Human Sexual Inadequacy (1970).

Yang unik di belakang layar:
- Gara-gara penelitian bareng dan menerbitkan dua buku hebat ini, Masters dan Johnson menikah setelah menceraikan pasangannya masing-masing di tahun 1971. Efek cinlok. Tetapi akhirnya bercerai di tahun 1992. Baru nyadar yang kemarin itu hanya cinlok .
- Sebelum melakukan riset pada ratusan orang, dilakukan juga studi pendahuluan pada 145 pekerja seks, tetapi tidak bisa dilanjutkan karena tidak bisa disiplin dalam meneruskan mengikuti prosedur riset. Habis dibayar setengah, pada kabur menghilang

Hal unik lain yang bisa dipelajari:
- Dosen dan peneliti perlu jaga diri bila bekerja dengan mahasiswi cantik, nanti bisa kepincut dan menceraikan istrinya. Kalau dosennya masih single sih nggak apa2
- Jangan pernah menyerah dengan sebuah pekerjaan yang memakan waktu lama, bayangkan penelitian ini dilakukan dari 1957 sampai dengan 1965, bahkan sampai 1970 sampai bukunya terbit. Malah bisa ada penelitian lanjutan. Tapi lihat hasilnya, luar biasa dan sangat berjasa buat ilmu pengetahuan.
- Yang terakhir, delapan tahun melihat dan memeriksa langsung orang pada berhubungan seksual di tempat risetnya, apa nggak bosen ya? Terus, kapan ya saya bisa membuat riset sejenis di Indonesia? 

Ada yang mau jadi volunteer atau ingin konsultasi? Jangan ragu, silahkan saja menghubungi dr. Oka. Beliau tinggalnya saat ini di Bali.




okanegara@yahoo.com


Angsamerah Clinic
Graha Media Building Lt.2
Jl. Blora 8-10, Menteng, Jakarta Pusat 10310
+6221-3915189

Tidak ada komentar:

Posting Komentar